Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, diatas permukaan tanah, dibawah permukaan tanah, dan dibawah atau diatas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel.

Dalam proses pembuatan jalan dibutuhkan perkerasan jalan. Perkerasan jalan sendiri adalah campuran antara agregat dan bahan ikat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas. Untuk perkerasan jalan sendiri ada beberapa jenis perkerasan jalan dalam pembangunannya, yaitu flexible pavement (perkerasan lentur/ aspalt), Rigid Pavement (Perkerasan jalan kaku / beton) dan Block Pavement (perkerasan menggunakan paving block). Uraian pembahasan jenis tipe perkerasan, sebagai berikut :

1. Perkerasan Lentur / Aspalt
Perkerasan lentur dengan bahan pengikat aspalt yang sering disebut campuran aspalt panas atau hot mix . Aspalt dipilih untuk kontruksi jalan karena memiliki sifat pekat (consistency), tahan terhadap pelapukan yang disebabkan oleh cuaca, derajat pengerasan dan ketahanan terhadap air. Namun kekurangan jalan menggunakan jenis aspalt sendiri adalah aspalt tidak tahan terhadap genangan air, sehingga diperlukan saluran drainase yang baik untuk proses pengeringan jalan aspalt pasca hujan atau banjir. Selain itu, pada struktur tanah yang buruk harus dilakukan perbaikan struktur tanah terlebih dahulu sebelum ditumpangi dengan kontruksi jalan aspalt.

2. Perkerasan Kaku / Beton
Perkerasan jalan beton semen atau secara umum disebut rigid pavement, terdiri dari plat beton semen dengan dasar atau tanpa lapisan pondasi bawah diatas tanah dasar. Dalam kontruksi perkerasan jalan kaku, plat beton semen sering juga dianggap sebagai pondasi jika diatas lapisan tersebut masih diberi lapisan aspalt. Namun kekurangan jalan menggunakan jenis perkerasan beton sendiri yaitu sangat bergantung pada proses pelaksanaannya, misalkan dalam pengerjaannya, pengeringan tidak maksimal atau terlalu cepat dapat menimbulkan keretakan pada jalan, Biaya yang dikeluarkan untuk awal pengerjaannya juga relatif lebih mahal dari aspalt dan dari sisi perawatannya pun lebih mahal dari pada biaya perawatan paving block.

3. Perkerasan menggunakan Paving Block
Paving block adalah suatu komposisi bahan bangunan yang terbuat dari campuran semen Portland atau bahan perekat lainnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu beton tersebut (SNI 03-091-1996). Paving Block sendiri lebih memiliki nilai estetika yang tinggi karena banyak memiliki beragam bantuk dan motif dalam pemasangannya. Paving block berfungsi sebagai alternatif perkerasan jalan atau sebagai dasar perkerasan yang banyak digunakan diluar bangunan. Tersedia dalam berbagai pilihan warna seperti natural (abu-abu), merah, hitam, kuning dan putih meningkat nilai estetikanya dan menjadi daya tarik penggunanya.

Kelebihan paving block dibandingkan dengan perkerasan jalan aspalt dan cor beton antara lain :
1. Memiliki daya serap paling tinggi
Membuat paving block ramah lingkungan dan menjadi solusi untuk kendala banjir.

2. Lebih Murah
Jika dihitung dengan terperinci, paving block memiliki biaya yang lebih hemat untuk tahap awal dan tahap perawatannya.

3. Pemasangan Lebih Efisien
Proses pemasangan paving block tidak memakan waktu yang lama, dan setelah terpasang paving block dapat langsung digunakan, tidak harus menunggu kering terlebih dahulu seperti perkerasan jalan lainnya.

4. Perawatan Lebih Mudah
Jika suatu saat ada bagian yang rusak, maka yang perlu dilakukan hanya dengan mengganti dibagian yang rusak saja tidak perlu dibongkar secara menyeluruh namun hasil dapat sempurna merata seperti sedia kala.

5. Memiliki Nilai Estetika
Paving block memiliki berbagai bentuk, motif, warna dan berbagai macam variasi pada pola pemasangannya.

6. Membuat Lanscape, jalan maupun suasana di lingkungan menjadi lebih asri dan nyaman.