Jika kita sudah memilih paving block sebagai perkerasan jalan, sebaiknya terlebih dahulu mengetahui spesifikasi dan kriteria paving block itu sendiri. Alangkah tidak baik membeli paving block asal murah tetapi tidak sesuai dengan peruntukannya. Sehingga paving block banyak retak-retak dan kemudian hancur. Maka dibutuhkan pengetahuan dan ketelitian sebelum membeli paving block.

 

Berdasarkan ketahanan, paving block dapat dinilai dari kuat tekan, ketahanan aus dan ketebalan.

1. Kuat tekan atau mutu beton
Mutu beton adalah proses pengujian terhadap kuat tekan beton dengan mengikuti standar yang sudah dilakukan berdasarkan mutunya, Paving block diklasifikasikan sebagai berikut :

a. SNI mutu D
Paving block yang memiliki kuat tekan rata-rata K 100 – K 125 atau dibawah K – 150 dikategorikan sebagai mutu D. Mutu ini diperuntukan untuk halaman rumah atau taman yang tidak menahan beban berat.

b. SNI mutu C
Paving block yang memiliki kuat tekan rata – rata K-150 sampai dengan K-185. Mutu ini diperuntukan untuk trotoart atau pejalan kaki.

c. SNI mutu B
Paving block yang memiliki kuat tekan rata-rata K-200 sampai dengan K-250 yang diperuntukan untuk area parkir rendah (carport) dan juga tinggi (pelataran parkir).

d. SNI mutu A
Paving block yang memiliki kuat tekan diatas K-300 dikategorikan sebagai mutu A. Jenis ini diperuntukan untuk jalan umum rendah (jalan lingkungan), sedang (jalan kolektor), maupun tinggi (jalan arteri).

2. Ketahanan AUS
Keausan (wear) adalah hilangnya materi dari permukaan benda padat akibat dari Gerakan mekanik. Hal ini merupakan fenomena normal yang terjadi jika permukaan saling bergesekan, maka akan timbul aus. Begitu juga dengan paving block, apabila benda seperti ban terus menerus memberi gesekan, maka permukaan paving block lambat laun akan timbul aus. Untuk itu perlu diperhatikan material pembentuk permukaan paving block, Material yang digunakan keras dan bebas kandungan lumpur, bila kita gesek dengan permukaan tangan maka akan terasa kasar dan keset. Paving block yang baik memiliki ketahanan aus rata-rata 0,130 mm/menit sampai dengan 0,060 mm/menit.

3. Ketebalan Paving Block
Paving block memiliki ketebalan atau tinggi yang berbeda-beda, seperti ketebalan 6 cm, 8 cm dan 10 cm. Masing-masing ketebalan memiliki pengaruh ketahanan dan kekuatan. Semakin tebah maka paving block semakin kuat dan tanah lama.
Berdasarkan Fungsi, Paving block dapat dinilai dari nat dan daya serap air.

1. Nat Paving Block
Nat / siar adalah celah antara paving block yang berjarak sekitar 2-3 mm yang berfungsi sebagai kuncian (lock) antar paving block. Nat paving block dapat dilihat dari badan paving block yang memiliki pinggulan kecil vertical. Paving block yang baik memiliki pinggulan yang terlihat jelas. Bila paving block tidak memiliki nat maka dapat dipastikan paving block tidak memiliki daya kunci dan rentan saat dilewati kendaraan.

2. Daya Serap Air
Paving block memiliki fungsi utama sebagai perkerasan jalan dengan daya serap terbaik. Maka paving block harus diproduksi dengan material yang agak kasar (seperti pasir cor yang ditambah sedikit screening) sehingga menciptakan sedikit pori-pori yang memungkinkan air untuk menyerap. Jadi pilihlah paving block yang diproduksi dengan baik agar fungsi daya serap air dapat maksimal.

Berdasarkan estetika paving block dapat dinilai dari ukuran persisi dan kerapihan paving block.

1. Ukuran Persisi
Paving block yang baik secara estetika diproduksi dengan ukuran presisi dan tepat. Tidak presisinya ukuran akan mempengaruhi pemasangan yang bagus. Semakin paving block tidak presisi, maka alur garis pola pemasangan akan kabur dan menjadi tidak lurus. Pastikan paving block diukur secara detail, misalnya paving block ukuran Panjang 20 cm x lebar 10 cm (termasuk nat 2-3 ml) x tinggi 6 cm sudah memenuhi spesifikasi ukuran.

2. Kerapihan Permukaan Paving Block
Permukaan atas (muka) paving block sangat menentukan tingkat estetikanya, karena bagian ini yang sering dipandang oleh mata. Permukaan atas paving block harus terdiri dari pasir yang kasar tetapi memiliki buturan-butiran kecil dan lolos ayakan sebelum diproduksi. Selain memiliki ketahanan aus yang tetapi juga halus ketika dipandang. Kehalusan permukaan paving block sangat penting diperhatikan mengingat paving block memiliki nilai estetika yang tinggi .
Setelah kita mengetahui bagaimana cara memilih paving block yang baik dan benar, maka baiknya kita lebih teliti lagi dalam mencari paving block, pastikan supplier yang kita pilih sesuai dengan kebutuhan kita.