Sebelum memulai proses pemasangan paving block alangkah baiknya kita melakukan pengecekan tekstur tanah pada lahan yang akan dipersiapkan untuk pemasangan paving block. Sebagian besar permasalahan dari paving block yang bergelombang, adanya kubangan air dan pecahnya paving block disebabkan oleh lahan atau tanah yang akan dijadikan sub grade paving block tidak padat. Sub Grade sendiri adalah tanah dasar dibagian paling bawah di lapisan perkerasan jalan. Tanah dasar dapat diartikan juga sebagai fondasi yang menopang beban perkerasan yang berasal dari kendaraan yang melewati suatu jalan. Oleh karena itu perencanaan pemasangan paving block sangat ditentukan oleh kondisi tanah dasar atau sub grade. Apabila kondisi tanah pada lokasi pemasangan sesuai dengan spesifikasi maka lahan tersebut dapat langsung digunakan untuk proses pemasangan paving block.

Selain memperhatikan struktur lapisan tanah dasar (sub grade), dalam kondisi tertentu perlu diperhatikan juga struktur lapisan pondasi bawah (sub base course) dan lapisan pondasi atas (base course). Dalam penggunaan untuk lahan trotoart / pedestrian / area parkir rendah (carport) yang dibutuhkan hanyalah kesiapan sub grade yang baik. Jika beban dirasa sedikit lebih berat diatas maka kita bisa tambahkan sedikit split / sirtu sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan . Lain halnya jika penggunaan untuk jalan umum (traffic) yang bersifat rendah (jalan lingkungan), sedang (jalan kolektor), tinggi (jalan arteri) maka dibutuhkan batu makadam kurang lebih setinggi 25 cm sebagai sub based dan split / sirtu sebagai base course dengan ketinggian yang berbeda-beda sesuai dengan kelas jalan yang akan digunakan. Maka kesiapan lahan sebelum pemasangan paving block penting untuk diperhatikan agar memperoleh manfaat yang maximal dan tahan lama.